skip to main | skip to sidebar

Minggu, 21 Agustus 2011

Modifikasi Kawasaki KLX Ala Special Engine

1 komentar

   
 
Modifikasi Kawasaki KLX  Ala Special Engine merupakan salah satu karya handal yang sudah tidak asing lagi bagi penggemar supermoto ini, sebagai anggota satuan kepolisian, Rainhard butuh besutan yang handal. Jelas buat bisa digeber untuk segala medan. Jadi, selain bisa dipakai bertugas, juga dapat menyalurkan kegemarannya memodifikasi.

Basic paling pas diambil dari tunggangan penggaruk tanah Seperti pada tampilan kemarin Modifikasi Honda Win Ala KSR. Tidak salah kalau pilih KLX 150 sebagai motor andalannya. "Bila tidak sedang bertugas saya memang suka menikmati riding dengan motor," jelas pria bertugas di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Namun kondisi KLX standar dirasa masih belum cukup mumpuni meladeni kebutuhan Rainhard. Makanya untuk Modifikasi Kawasaki KLX  Ala Special Engine ini dia langsung kontak Lerry Rahmat Rizky yang udah ngelotok abis soal ubahan trail dan supermoto. Sebagai pendiri sekaligus pentolan di komunitas Chaos, gaya supermoto ini sudah lama digeluti.

"Gaya supermoto yang dipilih Rainhard, kebetulan ubahan motor ini cocok dengan karakter jalanan tempat tinggalnya," ujar builder daru bengke Chaos Custom Bike (CCB) yang tidak diragukan lagi kehandalannya menangani ubahan trail penggaruk tanah dan supermoto.

Biar tongkrongan motor lebih tegap seperti pemiliknya, langsung suspensi depan diganti model upside down. "Copotan dari Hyosung RX125 sudah cukup. Lagi pula Modifikasi Kawasaki KLX  Ala Special Engine ini secara tampilan sudah mirip sok depan trail special engine (SE)," bilang builder yang masih berstatus lajang ini.

Sektor arm standar terpaksa harus disimpan. Itu karena Lerry sudah menyiapkan copotan lengan ayun berbahan alumunium dari Yamaha YZ. "Tetap pakai sok standar KLX tapi bagian unitrack diubah. Posisi jadi lebih tinggi," lanjutnya.

Pada roda depan, pelek dipilih dengan lebar 3,5 inci. Untuk belakang pakai yang lebih lebar lagi yaitu 4,25 inci. Kedua roda ini sama-sama mengandalkan diameter 17 inci. "Diameter supermoto idealnya memang mengaplikasikan ring 17 inci," jelas Lerry yang untuk Modifikasi Kawasaki KLX  Ala Special Engine ini mengandalkan pelek D Tracker X 250cc yang di powder coating merah.

Pasang pelek ini butuh teromol baru yang punya lubang jari-jari 36. Teromol depan mengandalkan dari Yamaha TW 125. Sementara pada rumah jari-jari belakang dipasang teromol aftermarket buatan Taiwan. "Ban dipercaya Battlax BT92," urai Lerry seraya bilang ban tipe ini handal dipakai menggerus aspal seperti pada tampilan lain Modifikasi Honda Mega Pro Ala Super Moto Streetfighter.

Biar tenaga mesin pada Modifikasi Kawasaki KLX  Ala Special Engine ini enggak kedodoran, saluran gas buang pakai produk variasi. "Selain suara lebih menggelegar untuk mengimbangi tampilan, tenanganya juga lebih responsif," yakinnya.
 Data modifikasi
Ban depan: Battlax 120/70-17
Ban belakang: Battlax 150/70-17
Knalpot: Custom
Pelek Belakang: Takasago 4,5x17

Modifikasi Honda Win Ala KSR

1 komentar



Modifikasi Honda Win Ala KSR merupakan hasil modifikasi spektakuler yang baru ditampilkan oleh sang modifikator, motor asli yang notabene sepeda berplat merah disulap menjadi Kawasaki KSR keluaran terbaru, bahkan tampilannya ini bisa dibilang melebihi wajah tiruannya yang asli, siapa sangka mesin yang hanya 100cc bisa berubah bagaikan special Enggine.

Honda Win jadi salah satu motor bisnis yang sukses diluncurkan oleh Honda di Indonesia. Win yang berkapasitas mesin 100cc 4-tak bersaing ketat dengan rivalnya Suzuki A 100 yang bermesin 2 langkah. Tidak seperti tampilan kemarin Modifikasi Vespa PTS Ala Mbah Surip, kedua besutan ini kerap jadi andalan sebagai motor pegawai negeri atau pelat merah.

Siapa sangka kalau Honda Win yang terakhir diproduksi 2005 juga bisa tampil bergaya sebagai besutan penggaruk tanah. Malah dimensinya Modifikasi Honda Win Ala KSR ini dibikin sedekat mungkin menyerupai Kawasaki KSR yang baru saja diluncurkan.

“Pemilik motor minta didesain ubahan trail tetapi dimensinya tidak terlalu jangkung. Makanya karakter Kawasaki KSR yang paling cocok,” sebut Wardoyo builder dari bengkel G2C di bilangan Gandul Cinere, Depok.
 
Proses ubahan rangka pada Modifikasi Honda Win Ala KSR ini tidak terlalu sulit lantaran sasis asli milik Honda Win sudah dianggap sangat mendukung. “Untuk ubahan besutan mini trail rangka tengah Win sudah mumpuni jadi enggak ada yang diubah,” lanjut Wardoyo lagi.

Beda dengan rangka belakang perlu sedikit pembenahan. Posisi sub frame atau rangka belakang terlalu panjang dan tegak. “Jadi, sub frame harus dipangkas. Bukan cuma itu, tapi juga posisi yang harus dibuat lebih tegak,” urai builder bertubuh gempal ini.

Sedangkan lengan kondisi standarnya pada Modifikasi Honda Win Ala KSR ini sengaja diperbaiki, bagian atas dibuat ulang mengandalkan pipa tubular. Model lengan ayun dibuat biar cocok bersanding dengan sok tunggal alias monosok. “Pakai monosok motor jadi kelihatan modern,” bilang Wardoyo yang mengganti seluruh bodi mini trail ini dengan bahan pelat.



Pada sektor roda, Waryodo, eh Wardoyo, ogah pakai ban berprofil aspal layaknya KSR. Masih dirasa bisa mengandalkan ban kasar khas besutan grasstrack. Lingkar roda juga pakai ukuran ring 14 inci. “Biar ground clerence sedikit lebih tinggi seperti pada tampilan lain Modifikasi Honda Mega Pro Ala Super Moto Streetfighter. Jadi tetap bisa dipakai adventure masuk hutan.”

Akselerasi juga sudah diseting lebih mumpuni. Area mesin bukan hanya mengandalkan saluran buang racing hasil rancangan bengkel G2C. Sedang biar mesin mudah dihidupkan saat menerabas hutan, Modifikasi Honda Win Ala KSR ini sudah dilengkapi elektrik starter. Tuh, KSR juga lewat.


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 80/70-14
Ban belakang : Deli Tire 90/70-14
Knalpot  : Custom
Pelek  : Variasi

Sabtu, 20 Agustus 2011

Modifikasi Vespa PTS Ala Mbah Surip

0 komentar



Modifikasi Vespa PTS Ala Mbah Surip merupakan hasil kreasi komunitas yang ter golong nyeleneh, memang banyak sekali ide yang keluar dari seniman motor ini, Tri Nugroho alias Tombro, tampaknya selalu ingat dengan lagu ‘Tak Gendong Kemana-mana’ yang dipopulerkan almarhum Mbah Surip. Kenapa begitu, itu karena kepala mekanik bengkel matik D-45 Yogyakarta ini merestorasi Vespa PTS 1980 yang juga didukung anhang untuk mengendong sepeda fixie.

Menurut pengakuan Tombro, konon keduanya sama-sama digarap cuma satu bulan. “Utamanya Vespa seperti pada tampilan Modifikasi Vespa V31T 1951 Love Story. Sambil jalan garap sepeda biar waktunya tepat selesai di 7 April,” ujar warga Sanden Bantul Yogyakarta yang mengaku itu hari jadi dirinya ke-28. Selamat ultah, ya!

Garapan Tombro banyak yang bilang memang unik seperti pada tampilan lain Modifikasi Motor Ceper. Karena Modifikasi Vespa PTS Ala Mbah Surip ini dilengkapi sepeda fixie yang diletakkan di atas rangka kedudukan sepeda yang diikat di samping kiri. Sehingga selalu nempel kemanapun dirinya pergi. Sesekali diturunkan saat dipakai nongkrong bareng teman satu komunitas.

“Rangka dudukan sepeda pada Modifikasi Vespa PTS Ala Mbah Surip ini dirancang dan dibuat sendiri. Bahan dudukan sangat kuat karena sudah mengandalkan lempengan pelat besi dengan ketebalan 2 mm. Lalu rangka dibikin sesuai panjang sepeda terutama dudukan ban depan-belakang. Tentu agar kedudukannya kuat dan juga tahan getar,” lanjutnya.

Lantas sebagai penguat pada Modifikasi Vespa PTS Ala Mbah Surip ini, rangka kedudukan sepeda itu diikat pakai sekrup yang posisinya berbeda antara roda depan dan belakang. Untuk bagian depan diikat sekrup ke bagian bordes tengah. Lalu bagian belakang diikat pada bodi monokok belakang bagian bawah.

“Biar lebih kuat, pada as roda sepeda juga diikat dengan tali. Jadi walau digoyang sekuat apapun sepeda tidak akan jatuh. Makanya Modifikasi Vespa PTS Ala Mbah Surip ini punya kerjaan menggendong sepeda ke mana-mana,” tutup Tombro sambil tersenyum.
Wah, benar-benar kayak lagunya almarhum Mbah Surip!

DATA MODIFIKASI
Ban: IRC 300-10
Karburator: V80
Bemper Belakang: Variasi
Sespan sepeda: Handmade
Tutup pentil: Variasi

Modifikasi Vespa V31T 1951 Love Story

1 komentar



Modifikasi Vespa V31T 1951 Love Story dalah hanya sekedar perawatan yang ekstra jeli dan teliti serta hati-hati terhadap barang ini, karena saking cintanya skuter lawas ini pernah diajak tukar guling sama Toyota Kijang Innova yang harganya di atas Rp 150 juta. Bahkan yang terakhir, Larry Tungka, pemilik Vespa V31T 1951 ini sempat ditawari Honda CRV jika dia sudah tidak berminat lagi naik Vespa.

Tapi, namanya skuteris sejati memang enggak gelap mata. Ditawari barang mewah, nyaman dan berkelas engak ada artinya. Sebab kedua mobil itu katanya tidak sebanding dengan sejarah skuter yang sudah menemaninya sejak tahun 2000 silam.

“Tuh boil (mobil, red) memang pasaran. Tapi mimiliki dan menunggangi Modifikasi Vespa V31T 1951 Love Story yang di produksi tahun ’51 dan masih banyak part aslinya, belum tentu semua orang punya. Itu yang bikin bangga dan selalu menghargai nilai story,” papar warga komplek Taman Fortuna BSD, Blok 8/Q, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Cuma kalau mau lebih tahu dalam, apa sih yang bikin Larry sampai begitu ngotot mempertahankan skuter Italia miliknya ini. Sampai-sampai Harley-Davidson WLA dan bebebara motor tua yang pernah dimilikinya dilego hanya untuk skuter pinggul besar ini.

“Seperti dibilang. Vespa memang unik dibanding motor lain. Terutama pada bagian komponen pemindah gigi. Bisa dilihat dari bagian itu yang menyatu di tuas kopling dan modelnya pakai kabel. Kalau motor tua lain pakai batang pengungkit untuk oper gigi,” bangga Larry yang main Modifikasi Vespa V31T 1951 Love Story ini sejak 1994.

Keunikan lainnya juga bisa dilihat dari bentuk tebeng dan bodi. Vespa tipe ini lebih lebar juga tidak ada nut di tengah. Banyak skuteris bilang, bagian itu biasa disebut dasi. “Apalagi lampu utama ada di sepatbor depan, bukan di setang seperti umumnya,” jelas Larry yang masih pegang sertifkat motor ini. He..he..he.. kayak tanah aja sampai dilangkapi sertifikat segala.

Dan kalau mau tahu kenapa dijaga segitu kuat dan telaten, ternyata beberapa bagian Modifikasi Vespa V31T 1951 Love Story ini partnya di skuter dibuat dari bahan aluminium. Seperti di sepatbor depan, boks samping kanan-kiri, batok lampu depan-belakang juga rak boncenger. Artinya, memang nggak bakal karatan ya.

“Yang asli memang dibuat dari aluminium, bukan pelat. Makanya mesti ekstra hati-hati kalau enggak mau gampang rusak atau penyok. Sebab kalau sudah cacat, agak sulit untuk memperbaikinya kembali,” pesannya serius.

Melihat sakelar motor biasa, nggak aneh seperti pada Modifikasi Vespa Spartan 1979 Ala Racing. Ada tombol lampu, juga dilengkapi tombol klakson dan elektrik starter. Semua dipasang dan ditempatan di sangkar terpisah.

Tapi, sakelar di Vespa V31T 1951, bentuknya agak unik. Semua terdapat dalam satu sangkar dan cuma ada di kanan.  Dari posisi kiri ke kanan ada engine cut-off, lampu utama, dim dan tombol klakson di bawah.

Merestorasi komponen agar kembali seperti semua memang tidak semua bisa dilakukan. Apalagi kalau part yang mau diganti terbilang langka, vital dan belum tentu bisa diadopsi seperti pada Modifikasi Motor Ceper. Macam Vespa V31T 1951 milik Larry Tungka.

Biar tetap bisa diajak mengaspaal, jantung skuter ini pun diganti. Cuma karena harus menyesuaikan dimensi, posisi dan konstruksi, karburator yang tepat hanya dimiliki oleh motor Bajaj roda tiga yang masih banyak seliweran.

Lihat boks kanan skuter ini jangan berpikir habis dicustom. Sebab boks pelindung mesin ini memang ada coakan besar seukuran tutup kipas. Makanya orang awam pasti berpikir kalau itu bikinan sendiri.

Padahal menurut Larry si empunya motor, Vespa tipe ini aslinya dirancang seperti itu. Beda dengan Vespa tahun '60-an yang dibikin model kisi-kisi pada boks mesin. Tapi, buat infomasi untuk Modifikasi Vespa V31T 1951 Love Story ini, lebar coakan enggak terlalu besar. Justru kalau besar, bisa tidak asli atau malah memang sudah dicustom.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Battlax 140/70-17
Knalpot : Suzuki GSX 400
Pelek belakang : Baros 4,5 x 17

Modifikasi Vespa Spartan 1979 Ala Racing

0 komentar



Modifikasi Vespa Spartan 1979 Ala Racing merupakan hasil modifikasi kombinasi indonesia, Malaysia dan singapura, ini bisa terjadi karena sang modifikator sering bepergian keluar negeri tersebut, senang melancong ke luar negeri, "buah tangan" tentu sering dibawa. Seperti yang dilakukan Thamrin Tanujaya. 

Pemilik Vespa Spartan keluaran 1979 ini, kerap kali boyong variasi motor dari negara yang dikunjungi. Hasilnya, sobat lihat sendiri si Semok berkapasitas 200 cc ini. Mewah bernuansa racing seperti pada tampilan lain yang tak kalah menariknya Modifikasi Yamaha Fino Ala YZR-M1.

Proses berburu untuk Modifikasi Vespa Spartan 1979 Ala Racing ini juga tidak terlalu jauh, hanya berkunjung ke negara tetangga. "Malaysia dan Singapura. Saya sering pergi ke dua negara itu. Tapi, kalau Spartan, ya beli di Indonesia lah,"ungkap Thamrin yang juga punya workshop Antiq Motor di Jl. Ciracas Raya No. 27, Jakarta Timur.

Dari dua negara tetangga itu, setidaknya untuk Modifikasi Vespa Spartan 1979 Ala Racing ini ada beberapa barang berbeda yang didapat seperti pada Modifikasi Motor Reptil. Misalnya, hidung Spartan ini. "Itu bawa dari Singapura sekitar 5-7 tahun lalu, karena dulu di Indonesia belum ada krom plastik," cerita pria yang berusia 63 tahun ini.

Sedang dari Malaysia, untuk Modifikasi Vespa Spartan 1979 Ala Racing ini Thamrin memboyong list bodi. Mulai dari bumper depan, bodi kit bawah hingga list samping. Dibawa dari sana, karena list ini memiliki mata kucing warna merah. Sedang di Indonesia, lebih banyak yang pakai warna kuning.

Buat menggenapi nuansa Modifikasi Vespa Spartan 1979 Ala Racing ini, setang juga diganti! Tapi, kalau part kendali laju motor ini didapat dari teman. "Kebetulan dia ke Inggris. Pulangnya dibawain oleh-oleh ini," jelas pria yang punya 80 Vespa dan puluhan motor Inggris lainnya.

DATA MODIFIKASI
Ban : FKR 3,50x10
Lampu belakang : Variasi
Knalpot : Malossi
Jok : Variasi

Jumat, 19 Agustus 2011

Modifikasi Yamaha Fino Ala YZR-M1

0 komentar


 
Modifikasi Yamaha Fino Ala YZR-M1 merupakan hasil modifikasi dari tanah sebrang Thailand punya, tampilan kali hanya sebagai perbadingan bagaimana sebenarnya hasil modifikasi dari salah satu macan asia tersebut, ternyata gak berbeda jauh dari penggarapan maupun hasil dari Finising hampir sama seperti pada tampilan lalu Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC Ala Sport Advance.

Terwakilkan jelas jika melihat bodi belakang yang diadopsi  Modifikasi Yamaha Fino dominan kelir putih ini. Ala Yamaha YZR-M1, buritan menerapkan jok tunggal alias khusus pengendara saja. Boncenger’s, no way! He..he..he...

Tapi, tidak murni seperti semplakan Jorge Lorenzo atau Ben Spies di MotoGP 2011 ini! Sebab Modifikasi Yamaha Fino Ala YZR-M1 yang ini, pacuan tetap menggunakan segala part pemancar cahaya alias head lamp dan stop lamp. Kan, diperuntukan buat modif harian. Kalau gak, bisa kena tilang tuh! Lumayan, 1.000 Bath atau sekitar Rp 300 ribu.

Makin mengesankan pada Modifikasi Yamaha Fino Ala YZR-M1 ini sebagai modif harian, karena adanya spion. Tapi, part yang berfungsi memantau kondisi di belakang kala riding itu terletak di ujung setang yang biasanya diisi stabilzer atau jalu setang seperti pada tampilan lain Modifikasi Yamaha Mio Racing Look. Seakan, setang bertambah panjang deh.

Kesan Modifikasi Yamaha Fino Ala YZR-M1 juga ditampilkan lewat aplikasi knalpot racing dengan silincer karbon. Macam knalpot yang dipakai di M1. Demi memperkuat kesan kokoh, bagian dek tengah dihiasi pipa tubular. Tapi, fungsinya tidak jelas! Apakah sebagai pemanis atau stabilizer rangka depan belakang.

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC Ala Sport Advace

0 komentar


 
Modifikasi Yamaha Jupiter MX Ala Sport Advace merupakan sebuah kreasi terbaru dibidang modifikasi, dengan sentuhan-sentuhan tangan terampil terciptalah tampilan yang sangat memukau ini, sejak kelahirannya, Yamaha Jupiter MX 135LC termasuk jenis motor yang paling banyak dimodif. Memang bentuk aslinya sudah cakep, tapi dengan sedikit sentuhan saja sudah terlihat semakin bagus.

Apalagi kalau berani bergaya fashion advance, pasti lebih sip seperti pada tampilan  lain Modifikasi  Yamaha Byson Ala Ducati Monster. Bingung dengan tampilan fashion advance? MX punya Jufri Ardi ini bisa dijadikan acuan.

fashion advance itu adalah modifikasi yang boleh mengubah sebagian bodi tanpa harus memotong rangka. Selain itu identitas asli motor dari Modifikasi Yamaha Jupiter MX Ala Sport Advace ini juga masih bisa dikenali dengan mudah. Nah apa yang dilakukan Jufri ini sudah sangat benar.

"Hanya memainkan bodi custom dan sedikit pergantiaan di kaki-kaki, tapi itu lebih hanya buat variasi," kata Jufri. Konsep racing pada Modifikasi Yamaha Jupiter MX Ala Sport Advace ini menjadi acuannya dalam membuat bodi baru dengan bahan fiber.

Karena akan ikut Cuzztomatic 3 kelas non automatic, dia sangat memperhatikan pemilihan komponen yang dipasang pada Modifikasi Yamaha Jupiter MX Ala Sport Advace ini. "Harus menggunakan part atau komponen dari Yamaha juga, pantang rasanya menggunakan dari merek lain," tukasnya.

Misalnya saja lampu depan yang sekarang dipasang pada cover bodi depan  seperti pada tampilan terdahulu Modifikasi Yamaha Xeon 125 Cuzztomatik, yang diambil dari Jupiter burung hantu.

Selain itu, untuk setang atau batang kemudi pada iModifikasi Yamaha Jupiter MX Ala Sport Advace ni sekarang juga sudah pakai punya Yamaha X1R yang hanya beredar di Thailand. "Daripada bingung pilih setang variasi mendingan pakai yang pasti-pasti saja," tegas pemilik yang juga anggota MX Riders Community ini.