skip to main | skip to sidebar

Sabtu, 03 September 2011

Modifikasi Yamaha V-Ixion Streetfighter Venom

advertisement



Modifikasi Yamaha V-Ixion Streetfighter Venom merupakan hasil kreasi yang sederhana namun hasilnya begitu memukau, konsep modifikasi yang diinginkan Imam Ma’ruf awalnya mengacu gaya petarung jalanan atau biasa disebut streetfighter. Namun bagi lajang asli Majalengka, Jawa Barat ini, tema yang ditampilkan tidak mesti ikut terjangkit virus ala WJS (West Jateng Style) dari kaum Minor Fighter Purwokerto. Dia lebih memilih beda, biar bisa berimajinasi sendiri sesuai konsep yang diinginkan.

Harapan Ma’ruf Venom, sapaan mesranya, yang penting tampang motor mesti lebih kekar dan tetap nyaman dikendarai seperti pada tampiln lain Modifikasi Honda Gl100 No Rules Part II. “Tidak terlalu ekstrem,” tegas lajang 22 tahun yang kuliah jurusan pertanian agribisnis di Universitas Majalengka ini.

Makanya sumbu roda tetap dipertahankan meski kelihatan pada Modifikasi Yamaha V-Ixion Streetfighter Venom ini seperti bantet atau terlihat kurang panjang. Yang penting tetap mudah diajak handling.

Bengkel modifikasi Deni Motor (DM) dijadikan rujukkan dalam mengubah tampilan. Bagi Deni, selaku modifikator, hal ini bukan masalah. “Coba terapkan konsep streetfighter, namun masih tetap mengusung unsur safety riding. Karena dipake harian, bisa jadi acuan juga bagi yang doyan modif seperti ini, “ jelas modifikator dari Pasar Balong Jl. K.H Abdul Halim No. 182, Majalengka.

Langkah awal pada Modifikasi Yamaha V-Ixion Streetfighter Venom ini yaitu, melepas cover bodi asli V-ixion kemudian diganti dengan baju yang baru dari bahan serat fiber. Konsep streetfighter lebih mengacu pada bentuk sudut bodi yang lancip dengan dipertegas lewat lekukan aerodinamis. Untuk itu, desain bodi mesti lebih diperhatikan agar hasilnya tidak melenceng dari tema.

Detail yang rapi dari bodi fiber ini terlihat pada bagian depan hingga buritan. Mulai dari bentuk shroud yang dipadukan lampu sein milik Yamaha New Jupiter MX hingga menjalar ke bawah sebagai penutup mesin agar berkesan padat berisi. Sedangkan buritan, posisi jok boncenger masih tetap bisa digunakan. “Tinggal lepas lepas penutup jok,” tunjuk modifikator yang juga Sarjana Hukum ini.

Moncong knalpot sengaja diterapkan ada di bawah jok boncenger. Oleh Deni ini dilakukan sekadar mengakali Modifikasi Yamaha V-Ixion Streetfighter Venom pada bagian pelepas gas buang yang tertutup oleh cover bodi mesin. “Jadi, makin unik dan berkesan beda,” kekeh Ma’ruf yang sepertinya juga begitu menyukai model knalpot seperti ini.

Lampu depan pakai punya Suzuki Satria F-150. Namun bentuknya dibikin unik. Sekilas terlihat biasa. Tapi jika lebih diteliti lagi, bentuknya seperti kepala ular kobra yang siap mematuk mangsa.

Bentuk lampu itu memang seperti kepala ular kobra yang merupakan lambang dari klub V-ixion. “Ular merupakan ciri petarung sejati. Makanya Modifikasi Yamaha V-Ixion Streetfighter Venom ini dirasa pas dengan klub V-ixion,” bangga anggota klub Venom (V-ixion indepENdent Owner Majalengka).

Sebagai penyeimbang konsep, kaki-kaki juga ikut kena oprek lhat juga tampilan lain Modifikasi Yamaha Byson Ala Ducaty Monster ini. Pelek variasi Axio dipadu ban tapak lebar Battlax 120/70-17 depan dan 160/60-17.

Bagian peredam kejut model upside down pada Modifikasi Yamaha V-Ixion Streetfighter Venom ini diterapkan. Lantas perangkat ciet variasi dibikin dobel guna menunjang pengereman. Sedang pada swing arm dipilih model pisang alias banana biar klop dengan sok YSS. 

 DATA MODIFIKASIPelek : Axio
Cakram : PSM dobel
Setang : Robocop
Knalpot : Yoshimura Thailand

0 komentar:

Poskan Komentar