skip to main | skip to sidebar

Selasa, 15 November 2011

Modifikasi Thunder 250 VS Scorpio 2009

advertisement



Modifikasi Thunder 250 VS Scorpio 2009 merupakan kolaborasi dikelas airbrush yang sangat memukau, sang modifikator kali ini mencoba menerapkan suatu kombinasi yang tergolong berani, karena bukan satu saja yang di ajukan dalam contes melainkan langsung dua motor dari merk yang berbeda, ini bertujuan agar dalam penilaian nanti mempunyai tambahan dalam mendongkrak poin dikelas airbrush ini, kolaborasi ini adalah karakternya sama hanya motornya yang berbeda.

Kenangan mendiang sang ayah, Alm. Purn. Kol. Mar. Sunaryo sangat berbekas bagi Ragil Sunariyadi. Ingin setiap momen indah terpatri di salah satu motor kesayangannya, Thunder 250 yang sudah dia bore up sampai 300 cc. “Wujudnya kelir bertema hantu laut dengan kosen airbrush burning flame,” bukanya lagi.  Uniknya, ia nggak hanya modif GSX saja, tapi satu motornya lagi, Yamaha Scorpio juga dicustom abis senada Suzuki-nya. Paling eye cathing tentu di kelir. Ragil ingin kedua motornya lebih berkarakter dan beda dari yang lain.

Kemudian dia  mengontak DJ Airbrush Depok yang punya gaya dinamis lewat aksi freehand  dengan warna mencolok. Di kedua motor ini DJ sengaja menampilkan suatu warna pada Modifikasi Thunder 250 VS Scorpio 2009 ini,kelir menyala sesuai flame  lidah api yang memang diinginkan pemilik. Ia gape memainkan warna-warna merah special red marble, kuning juga unsur emas. Makin sip, juga berani menarapkan teknik golden leaf, bubuk emas  18 karat diberi perekat di bodi  produk House of Kolori.

Biasanya, gaya seperti ini diterapkan di motor choppers terutama Harley-Davidson (H-D). Cocok juga kok di motor Jepang seperti ini. Untuk Thunder misalnya, modifikasi sport cruiser ala Jepang biasa diterapkan pada H-D. Ciri khasnya ada di unsur  sporty kental dengan batok lampu  yang biasanya diterapkan di motor fairing, untuk Modifikasi Motor dan Kategorinya, sang modifikator mengatakan, di sektor ini, gaya Thunder agak lain. Lebih bernuansa retro lewat lampu depan bundar dengan windshield minimalis.

Untuk Scorpio, detail di bodi juga diperhitungkan. “Khusus di depan, setang berikut headlamp pilih milik Ninja ditambah raiser dan stabilizer punya AHRS. Kabel, per dan kampas kopling milik Daytona. 
“Dari sana sektor penunjangnya mesti mumpuni,” jelas Mustang. Mereka lantas memilih lengan ayun Suzuki Bandit yang lebih muscle ketimbang asli Scorpio dengan monosok yang dirancang modifikator asal Batu, Mejan, Canggu ini. Pilihan konstruksi monosok juga ikut membuat Modifikasi Thunder 250 VS Scorpio 2009 ini telihat lebih simpel dan kosong di sektor depan, kekuatan yang layak jadi inpirasi untuk karya mereka tentunya pada detail dan rapi. Mereka ogah berkompromi memasang peranti asal-asalan di motor ini.

Seperti pilih sok besar up side down Suzuki GSX yang terlihat lebih modern. Uniknya, penampakan di depan ini tetaplah bernuansa ol skool khas Jap’s Style dengan sepatbor minimalis hingga kontur ban di depan lebih menonjol, sebagai penguat estetika depan, lampu depan replika Harley-Davidson (H-D) dilengkapi cover kawat sebagai aksentuasi dan penguat roh motor yang suka menjelalah di medan off-road, faktor performa juga ditilik serius. Selain kaki-kaki banyak mengadopsi limbah moge, mesin juga sudah kena porting plus piston Wiseco. Selebihnya, komponen Scorpio standar yang masih keluaran baru memang enak dibejek sampai batas maksimal.

Turun di kelas x-treme ridiable, tampilan motor Modifikasi Thunder 250 VS Scorpio 2009 memang cukup jadi perhatian. Pengunjung harus punya perhatian lebih baru ngeh kalau mesinnya Thunder 125. Gimana nggak aslinya Thunder, bergaya sport turing konvensional. Di tangan LA, semua jadi berbeda. ”Hanya mesin yang dipakai,” jelasnya lagi. ”Selain sok yang ditempatkan di sisi, desain pipa tubular yang melindungi bagian atas mesin ini juga menjadi daya tarik dan mengentalkan kesan sportif,” jelas mereka  Cukup berhasil. 

Tim juri yang menilai motor ini juga setuju kalau pilihan desain sok samping dan pipa tubular khas motor Italia membuat motornya semakin padat. Makin afdal, mereka juga perlu memberikan sentuhan muscle bike di sektor tengah. Center bone digarap ala jaring-jaring macam motor sport Italia. Setelah itu mereka beralih ke kaki kaki. Untuk kaki, sesuai dengan consep Modifikasi Motor Suzuki, dipilih roda yang nggak kelewat ekstrem sebagai patokan kelas yang mengharuskan unsur ridiable. LA memilih paduan ban lebar 100 dengan pelek 2,50 inci. Sedang belakang pasang ban lebar 130 dengan pelek 3,00 inci. Sedang aksentuasi estesis di sektor tangki dengan cara dipasangi kaca untuk melihat isi bensin.

Sedang di Thunder, aplikasi setang Ninja masih jadi pilihan utama dengan tambahan lampu depan GSX750. Termasuk pilihan handel rem juga kopling milik moge Jepang ini. “Produk AHRS masih jadi acuan untuk raiser,” jelas direksi  PT Bayu Teknik ini. Untuk Modifikasi Thunder 250 VS Scorpio 2009 ini, semua part dirakit bengkel SMS di Pluit, Jakarta Utara.  Lanjut ke sektor mesin, Ragil berambisi menaikkan performa motornya. Thunder yang standarnya 250 cc, dibore up mendekati 300 cc. Koil produk Protech, CDI Serphent, busi Denso Iridiumm kem 100 Crow dan karbu Mikuni TMR 36. Buat gas buang, keluaran  Yoshimura. Scorpio juga ogah kehilangan set. “Koil merek yang sama, CDI Dual Band BRT untuk hasil maksimal diakhiri knalpot Abbys Performance,” rinci suami dari Lioni Sunariyadi ini.

DATA MODIFIKASI

Suzuki  Thunder 250
Ban depan: Battlax 120/70/17
Ban belakang: Battlax 150/70/17
Handel rem-kopling: GSX 750
Oil filter+ air filter: K&N
Oil cooler : TDR
Takometer : GSX 750
Sokbreker: YSS
Brusher: DJ Airbrush Depok
Spion: TDR Carbon Kevlar

Yamaha Scorpio 
Ban depan: Battlax 100/80/18
Ban belakang: Batlax 120/80/18
Handel rem & kopling : Pro Taper
Slang rem : Kitaco
Kampas rem: WRD
Koil: Protech

0 komentar:

Poskan Komentar