skip to main | skip to sidebar

Sabtu, 15 Oktober 2011

Modiikasi Yamaha Nouvo Down Hill

advertisement

 
 
Modiikasi Yamaha Nouvo Down Hill merupakan suatu modifikasi yang benar-benar mengandalkan suatu totalitas dan ketelatenan serta keuletan dan kejelian untuk menghasilkan suatu kreasi yang sangat spektakuler untuk di ikutsertakan kontes, tampilan kali ini adalah telah menggondol predikat terbaik untuk automatic Xtrem yang benar-benar xtrem, coba anda perhatikan tak satupun wujud asli dari motor ini terlihat disini, kejam namun hasilnya benar-benar memuaskan.
 
Ini dia The Best Region 2, Yamaha Cuzztomatic 4, Palembang. Yamaha Nouvo milik H. Fredy Roman ini juga meraih Juara 1 Automatic X-Treme MEFRIK. Mengusung konsep matik down hill yang memang seperti sepeda down hill. Ubahan dengan gaya ini pastinya menyulitkan untuk senter. Lihat juga tampilan lain Modifikasi Yamaha Scorpio Retro CR. Masalah menempatkan posisi mesin supaya pas memang sulit di motor yang sudah kena rombakan total. Rangka dan kondomnya aja sudah berubah total. Sudah enggak ada lagi ciri skubek di Nouvo milik Fredy ini.

Apa yang dialami Fredy tentu juga dialami modifikator lain yang bikin modifikasi berat sampai bikin rangka baru. Apalagi, secara dimensi ubahan pada Modiikasi Yamaha Nouvo Down Hill ini, yang dilakukan Fredy sangat langsing. Artinya, posisi engine mounting sangat terbatas penempatannya di rangka utama. “Swing arm menyatu dengan rangka utama. Posisi mesin dan CVT dijepit lengan ayun. Bagaimana caranya supaya posisi mesin dan CVT di tengah, ini yang sempat bikin pusing,” cerita Fredy yang tinggal di Jl. Alipatan, Prabumulih, Sumatera Selatan.

Lihat sendiri deh di foto bagaimana mesin sejajar dengan CVT. Posisi mesin pun enggak lagi horisontal, sudah hampir di posisi vertikal. Artinya, seandainya posisi mesin enggak senter akan bermasalah pas dipakai riding. “Engine mouting dicoba beberapa kali di beberapa tempat. Pasang-lepas berulang kali. Kalau belum senter, terasa banget bantingannya waktu dipakai,” urai Fredy yang juga pemilik rumah modifikasi Ti-je Modified WCC, Prabumulih.

Setelah pemasangan pada Modiikasi Yamaha Nouvo Down Hill ini beberapa kali, ketahuan posisi ideal engine mounting. Pegangan mesin ditanam mendekati tiang jok. Mouting juga ditanam di kanan-kiri rangka bagian bawah supaya tetap kuat dan mengurangi getaran.

Rangka baru di Nouvo milik Fredy ubahan total. Sudah enggak ada lagi sisa sasis yang bawaan motor. Rangka memanfaatkan pipa kotak dan pelat. Pipa kotak dengan ketebalan yang enggak diingat lagi. Sasis menyatu dengan lengan ayun. Jadi, Nouvo Freddy benar-benar mirip sepeda. “Bahan sasis dibungkus pelat setebal 3mm. Dibentuk sendiri,” urai Fredy yang murah senyum setelah masuk Grandfinal Yamaha Cuzztomatic 4, Bandung.

Seandainya tanpa dibungkus pelat, rangka dari pipa kotak pasti kurang kelihatan sip. Benar-benar kayak sepeda BMX. Dengan dibungkus pelat, Modiikasi Yamaha Nouvo Down Hill jadi tampak enak dilihat. Finishing dan kelir pun dikerjakan dengan rapi. Turun di kelas fashion advance pada Skubek Contezt 2011 lalu, meski terlihat cantik namun Yamaha Nouvo-Z milik Arief Rahman Hasyim belum seberapa. Apalagi regulasi menyatakan cover bodi dan kaki-kaki skubek dapat diubah tanpa menghilangkan identitas.

Namun apa yang dilakukan Arief pada tunggangannya hanya mempercatik beberapa part, yang arahnya lebih kepada ubahan yang diperkenan di kelas fashion standar. Kalaupun ada bagian ubahan cukup berat, itu cuma terlihat di kemudi. “Setang diganti punya Yamaha X1-R yang memang pas buat skubek Yamaha. Lihat juga tampilan lain Modiikasi Yamaha Mio Sub Woofer. Biar enggak terlalu kosong, dibalik tebeng mini bikinan dipasang perangkat digital player yang speakernya ditaruh di bagasi,” ujar warga Jl. Taruna Jaya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dibantu Billy, modifikator Billy Speed di Bendungan Jago, Kemayoran, Jakarta Pusat, Modiikasi Yamaha Nouvo Down Hill ini fokus pada ubahan bolt-on alias beli, pasang dan jadi. Bisa dilihat pada kaki depan yang usung sok Gazi digandeng pelek DID Japan Gold ukuran 140/17. Paling heboh kalau lihat ubahan di kaki belakang. Rumah CVT berikut pelek DID Japan Gold 140/17 berlapis ban Satan Thailand 60/90-17, guncangana diredam sok Gazi juga. Bedanya, lengan ayun aftermarket Panom sudah menggantikan yang asli.
 
DATA MODIFIKASI
Ban: Maxxis 1,40 x 16
Sok: Upside down mini trail
Sok belakang: Barros
Carkam: Nissin

0 komentar:

Poskan Komentar