skip to main | skip to sidebar

Sabtu, 05 November 2011

Modifikasi Honda Tiger From Minor Fighter

advertisement

 

Modifikasi Honda Tiger From Minor Fighter merupakan hasil modifikasi dari sang modifikator handal yang sudah banyak makan asam garam pengalaman di bidang contes motor modifikasi, kali ini sang modifikator mengeluarkan subuah tampilan yang benar-benar sudah dipersiapkan untuk ajang contes ini yang tidak tanggung-tanggung seperti sebelumnya, karena sang modifikator ini adalah spesialis modifikasi bergaya Figter maka yang dipersiapkan kali ini adalah bergaya Fighter sejati sperti sebelumnya.

Fighter Day (FD) 5 atau wadah riungan keluarga Minor Fighter Indonesia digelar kembali. Ini kali, lokasi yang dipilih Jambe Kembar, Pemalang, Jawa Tengah. Karena alasan itu, Ginting pemilik Honda Tiger sudah menyiapkan tunggangannya lebih awal. Apalagi sebagai kaum Minor Fighter sejati yang berbasis di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, momen ini tidak akan disia-siakannya. “Untuk hadir di acara akbar itu, tampilan motor enggak boleh biasa-biasa saja. Kayak gak serius nanti dilihatnya. Oleh sebab itu, tampang Tiger 2001 saya maksimalkan,” ujar Ginting yang sudah nggak tahan mau cepat ke lokasi.

Dibantu Udin, modifikator ‘Bondus Bikes’ yang berlokasi di Jl. Letkol. Sugiono, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ginting mempercayakan sepenuhnya kepada Udin, mantan anak buah Agus DJ punggawa X-K Bike Design from Purwokerto yang kini buka di Jakarta. Agus DJ adalah pendiri Minor Fighter. Keinginan Ginting memaksmilkan ubahan Modifikasi Honda Tiger From Minor Fighter beralasan. Itu karena basic Honda Tiger yang awalnya sudah dimodifikasi dirasa kurang maksimal dan konsepnya masih jauh dari harapan. Padahal, kaki depan-belakang sudah mengacu tunggangan khas Minor Fighter.

Terlihat pada pemasangan sok depan upside down Suzuki GSX400 yang mantap menopang sasis. Peredam kejut ini pun dipermanis penerapan setang baplang juga batok lampu minimalis khas moge naked bike. Adapun kaki belakang, pakai swing arm Kawasaki ZX7 model lawas yang model link armnya sistem unitrack. “Lalu baik sok depan maupun belakang, biar pas diisi pelek lebar Honda CBR Fireblade 929, sudah termasuk cakram depan-belakang,” imbuh Udin yang menggarap motor Ginting.

Ubahan paling kental terjadi di bodi juga rangka. Kata Udin, aliran Minor Fighter biasanya cuma rombak rangka belakang. Backbone dipapas abis dan cuma disisakan sedikit buat tempat duduk, stop lamp dan dudukan lampu sein. Lalu potongan rangka belakang pada Modifikasi Honda Tiger From Minor Fighter ini dikondom bahan serat fiber biar kelihatan apik. Begitu juga deltabox bikinan yang dipasang pada bagian bawah tangki model futursitik dan juga dibuat dari serat fiber. Dibilang fituristik karena bentuk tangki seirama dengan bentuk meruncing dari airscoop.

Udin modifikator baru yang nongol di Jakarta menghembuskan nafas minor fighter. Makanya dibilang Udin lebih mendunia dibanding asal aliran ini yang asalnya dari Purwokerto. Pantas Udin yang ini tidak disebut Awaludin, karena aliran ini adalah kategori kelas Extrem yang awalnya dihembuskan modifikator kawakan Agus DJ. Dia punggawa X-K Bike Design dari Kota Mendoan. Udin pernah kerja di sana. Meski mantan anak buah, karya Udin enggak beda jauh dari gurunya. Atau bisa-bisa malah lebih baik lagi, he..he.. Udin memasukkan roh minor fighter di Honda Tiger milik Hezi Satria warga Jl. Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Walau nama panjangnya bukan Jajaludin, Udin bekerja di Jl. Letkol. Sugiono, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Nama rumah modifikasinya ‘Bondus Bikes’ dan baru beberapa bulan lalu beraktivitas. Membuktikan garapan Udin yang beberapa partnya kiriman dari gurunya, bisa dilihat dari pemasangan satu set sok depan Suxuki GSX750 yang as segitiganya dicustom ulang biar muat ke komstir Modifikasi Honda Tiger From Minor Fighter ini. Lalu batang kemudi diganti setang lurus dan lebar khas minor fighter bikinan suhu, plus riser variasi.

Gaya khas tunggangan pun tampak pada jok single sitter yang kedudukannya dibikin ulang. “Rangka asli cuma komstir ke tengah dan bawah. Sedang jok nangkring di rangka cradle bahan pipa tubular di luar rangka asli hingga ke tengah,” ujar Hezi yang asli Padang, Sumatera Barat. Makin kelihatan gagah, bagian atas rangka cradle dipasang tangki bikinan yang bentuknya menyesuaikan konsep dan kategori modifikasi minor fighter. Tidak lupa di bagian depan tangki tersambung dua airscop model trapesium.

Menyesuaikan tampilan depan terutama kaki-kaki, belakangnya digarap sempurna. Sutu set lengan ayun plus monosok model pro link milik Honda CBR1000 dipercaya meredam kejut segala medan pada Modifikasi Honda Tiger From Minor Fighter ini. Kalau dilihat ubahannya lumayan dahsyat. Sebab lengan ayun CBR1000 super lebar ini memaksa as dan bushing lengan ayun diganti dan dimodifikasi ulang. Sehingga komponen limbah ini bisa dipasang sempurna pada rangka tengah Tiger 2001.

Menggunakan lengan ayun Honda CBR1000 di Tiger bukan cuma ganti as lengan ayun tengah dan ganti bushing kanan-kiri. Namun komponen yang wajib mendapat perhatian adalah gir reduksinya. Tahu sendiri kan, motor pabrikan kepak sayap ini kalau ganti ban lebar ukuran di atas 3,50 inci biasanya sering mentok rantai. Makanya ban pada gerepes. Karena sekarang pakai ban lebar Michellin 120/60-17 untuk depan dan ukuran 160/55-17 di belakang. Posisi gir dan rantai roda asli Tiger terpaksa harus lebih digeser lagi keluar.

“Buat gir belakang di pelek Suzuki GSX750 enggak ada masalah. Cuma gir depan mesti dibikin gir gendong setebal 3 cm. Maksudnya biar posisinya menjadi lebih menjorok keluar. Biar stabil, luar gir ditahan adaptor dari pelat besi cankrang,” tunjuk Hezi. “Selain airscoop, engine guard ikut dibikin meruncing. Desain ini mengikuti bentuk tangki motor yang secara konsep, juga sudah sesuai dengan tongkrongan Modifikasi Honda Tiger From Minor Fighter yang secara konsep memang sudah lama dikenal,” ingat Udin. Kalau sudah begono, bisa jumpa banyak kawan di Minor Fighter ya. Keep safely dan salam hangat.

DATA MODIFIKASI
Ban : Pirelli dan Michelin
Grip stang : Variasi
Knalpot : Custom
Mesin : Harry Motor
Pengecatan : Eka Custom Paint

0 komentar:

Poskan Komentar