skip to main | skip to sidebar

Rabu, 28 Desember 2011

Lintas Umum Cewek Lebih Aman Naik Sepeda Motor

advertisement



Lintas Umum Cewek Lebih Aman Naik Sepeda Motor ini solusi yang tepat untuk mencegah adanya pelecehan yang makin marak pada kalangan wanita di kendaraan umum, akhir-akhir ini makin banyak pelecehan dan perkosaan dilakukan pada wanita di angkutan umum di Jakarta. Sebelumnya juga banyak beredar kabar pelecehan yang dilakukan di kereta api dan busway. Jadi nggak hanya di mobil angkot. Kalau sudah dengar berita seperti ini, perempuan mana yang nggak takut naik angkutan umum.

Kondisi ini membuat para wanita terutama pekerja wanita pelajar atau mahasiswi, takut naik angkutan umum. Ditambah lagi tidak ada penyelesaian yang bisa melegakan kaum wanita. Yang ada malah disalahkan karena pakai rok mini, walah. Padahal pekerjaannya menuntut wanita pakai rok. Hukuman buat pelaku pelecehan dan perkosaan pun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Apalagi sanksi sosial di masyarakat. Pemerintah tidak membantu sedikit pun menyelesaikan sanksi sosial ini.

"Transportasi amburadul, tidak menjamin keamanan dan kenyamanan bagi perempuan. Bisa dilihat dari banyaknya kasus perkosaan di dalam angkot," kata Faiza Mardzoeki dari Aliansi Perempuan Menolak Perkosaan, akhirnya banyak yang mencari solusi Lintas Umum Cewek Lebih Aman Naik Sepeda Motor ke tempat kerja. Alasannya, selain memberikan solusi bebas dari macet, motor kini juga dirasa jauh lebih aman dan nyaman buat perempuan dari gangguan pemerkosaan.

Seperti yang dilakukan Indah, karyawati yang tinggal di Pondok Gede, Bekasi ini kini lebih nyaman mengendarai motor saat ke kantor. "Berkendara motor, selain kita bisa sedikit atur waktu sendiri, kalau pulang agak malam nggak begitu was-was. Yang penting kondisi koncep motor bagus, berpakaian tertutup dan tidak terlalu mencolok," ujar karyawan di salah satu mal di Kuningan, Jakarta Pusat, wajar saja Indah memilih motor, walau berkendara sendiri, mengendarai motor saat jam pulang kerja, Indah bisa sedikit mengatur rute jalan. 

"Salah satu cara menghindari kejahatan bila berada pada Lintas Umum Cewek Lebih Aman Naik Sepeda Motor, yang penting ladys biker tahu cara berpakaian saat naik motor.  Sebaiknya tidak terlalu menarik perhatian. Kalau pekerjaannya menuntut berpakaian rok pendek, bawa pengganti pakaian buat berkendara," saran Jusri Pulubuhu, Training Directro Jakarta Devensive Driving Consulting (JDDC) .

Persiapan celana panjang baut yang bekerja dengan rok mini memang sangat penting. Selain safety riding juga mengurangi perhatian orang terhadap pengendara cewek. "Jangankan rok mini, bau parfum cewek saja kadang membuat perhatian lebih pada cowok," tambah Zoya Amirin, psikolog yang menulis tesisnya bertema seks ini.

Menurut psikolog ini, kejahatan seks yang ada di angkot sangat membuat trauma pada wanita. Ia menyarankan wanita lebih waspada. Para wanita yang bekeja yang berada pada Lintas Umum Cewek Lebih Aman Naik Sepeda Motor ini, mungkin mereka merasa bisa melakukan tindakan apabila terjadi sesuatu. Tetapi kalau naik angkot, ia harus mengikuti si sopir. Mau ngetem, lewat jalan gelap, harus ikut.

Paling penting lagi adalah skill mereka dalam membaca lingkungan tetap harus dilakukan. Misal saat berkendara dengan pakaian yang sudah tertutup rapat. "Kalau malam, lebih aman pakai helm full-face," tambah Zoya, "Hindari juga rute yang sepi, yang jarang dilalui oleh orang atau jauh dari perumahan penduduk atau jalan yang memang memiliki sistem penerangan kurang," pesan Jusri.

Di sinilah kelebihan Lintas Umum Cewek Lebih Aman Naik Sepeda Motor sendiri. Ladys bisa pilih rute yang dirasa aman untuk dirinya. Mau berhenti pun bisa pilih tempat yang ramai, juga seperti yang dialami cewek dibawah ini, yang punya nama Ayu Utami ini, dia sangat senang bila naik sepeda motor apalagi motornya sudah di Modifikasi, makin Pede dan makin gaya, juga terasa aman dan romantis bila berduaan dengan kekasih hati, apalagi pas hujan "makin lengket aja" Perjalanan semakin asyik ketika dilakoni bersama teman. “Pernah konvoi juga,” ungkap Ayyu yang tidak pakai embel-embel Ting Ting itu, kalau naik angkot, berhenti harus mengikuti kemauan supir.


0 komentar:

Poskan Komentar